secercah hening

Kekuatan Salib

SECERCAH HENING
Sabtu,14 September 2024

Yoh 3 : 13-17

Menelusup malam yg pekat,
Kesendirian kosong tnp sekat,
Redam tiap hujatan yg terucap,
Bengis runtuh d’ sedetik tertatap.

Peluk realitas dengan iklas,
Cinta menubuh tanpa batas,
Hidupkan tiap hati hingga tuntas,
Penebusan bukan jalan pintas.

Hari ini Gereja seluruh dunia merayakan pesta salib suci. Yang mau dikenangkan dan dirayakan tentu bukan kesucian salib semata tetapi nilai pengorbanan Yesus yang menyelamatkan manusia.

“Sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal”.

Buah pengorbanan dari salib Yesus adalah keselamatan dan hidup kekal. Namun bagaimana arti riil bagi hidup kita setiap hari saat ini? Ketika salib yg berarti penderitaan hidup, hampir pasti ingin dihindari dalam hidup kita. Maka salib akan berarti menyelamatkan ketika setiap dari kita mampu memaknai sebuah penderitaan, kesetiaan, kesabaran, pengharapan dalam hidup nyata. Atau salib juga mengambil bentuk bagaimana orang tetap memiliki harapan di tengah keputusasaan, kegigihan di tengah kegalauan, kegembiraan di tengah kesulitan, kejujuran di tengah dunia yg penuh kepalsuan, kerja keras di tengah dunia yg mengaggungkan kenyamanan dan jalan pintas. Sanggupkah kita hidup oleh iman akan Kristus yg kadang tidak memberikan harapan apapun. Salib juga mengambil bentuk penghayatan nilai yg berlawanan dengan selera dunia. Sanggupkah kita ?. Keselamatan yg dijanjikan Allah oleh salib tidak diberikan nanti, tetapi dirintis tiap hari. Sanggupkah kita memaknai nilai salib itu menjadi bagian dari mati raga di tengah kebahagiaan kita tiap hari. Semoga salib yg kita kalungkan di dada kita, atau di tiap sisi dinding rumah kita menjadi bagian dari identitas diri untuk rela merangkul penderitaan hidup dengan gembira, sabar, iklas dan berenergi positif dalam sikap,tutur kata dan pola hidup kita setiap hari.
Jangan gelisah hatimu, manakala hidup ini terasa berat dan berjumpa dengan aneka kesulitan, disitulah saatnya kita mencicipi jalan penebusan kita jika kita terima dengan sikap wening atau “menep”. Menepilah sejenak, pandang salib Tuhan dengan senyum keiklasan, timbalah kekuatan dari padanya niscaya hatimu akan damai untuk memeluk setiap kesulitan dengan cara pandang yg baru.

Contemplating
Sadari tiap tarikan nafas kita menjadi saat hening untuk memandan Kristus yang tersalib dan timbalah kekuatan yg mengalir dlm tiap tarikan nafasmu.

Actuating
Membiasakan diri hening, sadari tiap saat adalah saat untuk memaknai salib.

Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk makin lunak dan manis menyikapi kehidupan sebagai buah dari memaknai salib dalam hidup.

Praying
Tuhan Yesus ajari kami memiliki hati seperti hati-Mu, agar dimanapun kami berada mampu membangun sikap positif dan lembut menyikapi realitas hidup yg keras karena belajar dari salib putera-Mu Yesus Kristus Tuhan kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *