SECERCAH HENING
Sabtu, 24 Agustus 2024
Yoh 1: 45-51
Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya:
“Kami telah menemukan Dia, yang disebut Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret: ” Kata Natanael kepadanya: “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret? ” Kata Filipus kepadanya: “Mari dan Lihatlah”.
Beriman kepada Allah, bukan soal percaya saja. Tetapi harus ada kedua belah pihak saling membuat momentum untuk ‘jadian’ yang satu pihak Allah jelas berinisiatif menawarkan Cinta total melalui perwahyuan dalam sabda yg hidup yaitu Yesus dan pewartaan-Nya dari masa ke masa. Pihak kedua adalah kita yang menerima inisiatif Allah yg mendekati dan memanggil kita tanggapi dengan iman yg hidup melalui ketergerakan batin untuk terus melirik, meski malu malu terus mengikuti gerak gerik Allah dan menerima bahwa ada kerinduan yg terus menerus dan mengakui bahwa kitapun butuh cinta itu untuk mengisi ruang batin kita. Pengalaman akan Allah ditumbuhkan dari waktu ke waktu pengalaman romantisme yakni adanya pengalaman kehadiran dan kebersamaan yang menginspirasi hidup. Setiap orang diberi pengalaman itu, hanya tidak semua orang peka dan rela atau tidak semua orang memberi waktu untuk hal itu.Kisah-kisah romantisme dengan Allah bisa dialami pada saat: kita dialog batin, saat berdoa, saat hening, saat sakit, saat sepi, saat bekerja, saat putus asa,saat galau, aneka situasi bisa menjadi saat-saat penuh kenangan romantisme dengan Allah, jika kita mau menanggapi kehadiran-Nya. Hanya kadang kita terlalu sibuk, sombong dan jaim kepada-Nya dengan: malas berdoa karena merasa tidak punya waktu, malas misa karena lama, malas berefleksi dikira stress dan buang-buang waktu, malas hening dikira galau, dll. Natanael mengalami loncatan kehidupan rohani yg baik, karena ia jujur dan tidak jaim mengakui bahwa ia meremehkan Nazaret.Namun kemudian ia terbuka oleh kehadiran Yesus yg menyentil kenangan masa lalunya sebagai kisah dilirik Allah sebagai pengalaman personal yg menyentuh dan jadian sebagai pengalaman saling mencintai. Kalau kita mau terbuka Allah sebenarnya selalu Falling in Love dengan kita apapun wajah kehidupan kita.Dia tidak butuh bahwa kita ayu, tampan, sukses, kaya, dll.Karena Dia hanya butuh hati kita berpaut pada-Nya. Masih akan jaimkah kita menghidupkan kisah kasih tiap hari, tiap waktu, tiap saat adalah saat mari dan lihatlah.
Pertumbuhan dan kematangan iman kita, bisa dibangun dari pengalaman merangkai kisah kisah hubungan Kasih yg merupakan kenangan kenangan indah bersama Tuhan yg hidup dan ada tiap saat. Mari jangan ragu untuk membuat kenangan kenangan indah bersama Tuhan, lewat setiap realitas sepahit apapun. Sejarah rahmat nyata terlihat dalam kerelaan kita menyelami kehendak Tuhan dalam saat-saat tersulit dan sudut tergelap dalam hidup kita.
Contemplating
Marilah kita belajar menikmati keheningan… Kehadiran….. Kesadaran, agar sanggup mengalami setiap realitas sebagai pengalaman bersama Allah.
Actuating
Membiasakan diri hidup dengan kekuatan dari energi yg ditimba dari Allah untuk menghidupkan hubungan kasih tiap waktu.
Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk makin erat dan matang dalam merangkai pengalaman hidup bersama Tuhan.
Praying
Allah Bapa kami, berilah kami hati yg peka, dan menjalani hidup makin matang dan bersukacita dalam mengikuti kehendak-Nya. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP
