Menajamkan Rasa

SECERCAH HENING
Jumat, 14 Juni 2024

Mat 5 : 27-32

Mendengar dgn rasa,
Melihat bagai cahaya,
Mendayai dgn cinta,
Mencecap dgn sukacita.


Hidup di jaman yg penuh selera seperti saat ini, tiap detik kita menghadapi tantangan atau godaan yang tidak mudah. Godaan itu tidak lahir dari keinginan jahat saja. Tetapi kadang muncul dalam rayuan yang lembut dan manis. Yang sering sulit kita hindari karena hadir menyapa lewat setiap indera kita dan sangat fasih memanipulasi kita dengan tawaran yang menggiurkan. Godaan apa yang paling gencar misalnya, keranjingan main gadget tanpa menghiraukan orang-orang yang ada bersama kita, gaya hidup konsumerisme yang meminjam wajah, rajin shopping tanpa batas karena dipermudah oleh belanja on line dan aneka godaan yang mengkaburkan disposisi batin kita untuk bisa memutuskan dengan tepat. Juga cara pandang yg keruh akibat aneka rasa yg tidak kita olah.
Maka tepat dalam bacaan Injil hari ini, Yesus memberi ajakan yang sangat tegas untuk menajamkan rasa.

“Jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu. Karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.”

Gaya hidup kita akan menjadi potret dari kedalaman spiritualitas kita. Dan spiritualitas akan terwujud secara nyata dalam gaya hidup kita. Hidup kita bisa jadi tidak buruk sekali, namun manakala semangat kita makin menjauh dari suasana Allah yang meraja di hati kita, maka kita mesti harus bersikap tegas terhadap godaan dengan menajamkan rasa. Bagaimana mata kita mampu berpikir dengan cara pandang yg membawa berkat. Bagaimana telinga kita mampu mendengar kebenaran dengan jelas. Bagaimana tangan dan kaki bekerja selaras dengan kehendak Allah. Perilaku kita mungkin bisa dimanipulasi namun hati kita tidak bisa ditipu. Hati yang resah dan galau manakala telah mengambil keputusan dan atau bertindak tertentu, saatnya kita berpaling sejenak, mengenali gerak batin dengan menajamkan rasa. Semoga dengan sabda hari ini, gaya hidup kita tiap hari makin rela dipimpim oleh Roh. Hingga hidup dan hati kita damai dalam perjalanan menyambut Allah yang meraja dalam hidup tiap hari. Dengan menajamkan rasa melalui setiap indera kita yg makin menjadi berkat.

Contemplating
Marilah kita heningkan budi, jiwa, rasa, dan raga mempertajam panca indera kita. Kita rasakan daya penglihatan kita dengan rasa. Pendengaran kita dengan hati. Tangan dan kaki kita dengan kehendak yg baik. Kita sapa panca indera kita satu persatu dengan lembut dan ketajaman rasa.

Actuating
Pola hidup apa yang perlu kubiasakan dan kuubah agar memiliki ketajaman rasa.

Reflecting
Apakah hidupku setiap hari telah memancarkan gaya hidup yang dipimpim oleh Roh kebenaran?

Praying
Allah Bapa kami, bimbinglah kami untuk setia mendengarkan Sabda-Mu, dan rela membuka hati dibimbing oleh Roh-Mu, hingga hidup kami makin utuh memasuki kehidupan yang berkenan di Hati-Mu. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine,OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *