SECERCAH HENING
Sabtu, 15 Juni 2024
Mat 5 : 33 – 37
Meneduh dgn silih asih,
Memilih tanpa dalih,
Melakukan dengan kasih,
Konsisten bkn sekedar silih.
Setiap orang punya komitmen. Misalnya suami isteri yang berkomitmen untuk setia sampai mati dengan pasangannya. Seorang religius berkomitmen untuk setia dengan janji kaul dan imamat sampai ajal menjemput, seorang anak berkomitmen untuk rajin belajar sampai berhasil. Seseorang yang berkomitmen untuk hidup jujur di tengah aneka godaan.Komitmen untuk setia pada pilihan yang dianut, sangat dipengaruhi oleh kematangan dan disposisi batin. Disposisi yang gigih bisa dilatih terus menerus dalam kehidupan sehari-hari. Maka tak berlebihan Injil hari ini, Yesus mengajak kita memiliki habit budaya nilai yang setia pada prinsip,
“Jika ya, hendaklah kamu katakan : ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan : tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.”
Yesus mengajak kita untuk hidup dengan pilihan nilai yang jelas hitam-putih, bukan suam-suam kuku atau abu-abu. Kesetiaan pada komitmen nilai yang telah dipilih memang tidak mudah, butuh keterbukaan untuk siap menanggung resiko-resiko atas pilihannya. Namun bagi hati yang setia, maka rahmat akan menyertainya dan pribadinya akan makin kokoh serta tidak gamang dalam menghadapi tantangan apapun. Marilah kita belajar dari Yesus yang setia pada kehendak Bapa, salib tak bisa dihindari namun kebangkitan menjadi buah yang menghidupkan atas kematian yang terjadi. Jika kita telah mengatakan ‘ya’ maka rahmat akan mengiringi dan memampukan kita. Sanggupkah kita terus untuk setia dengan pilihan nilai-nilai kehidupan yang kita pilih? Dan terus memperjuangkannya sampai titik dimana Tuhan sendiri melayakkannya untuk kembali kepadaNya.
Contemplating
Marilah kita heningkan budi, jiwa, rasa, dan raga agar makin peka membuat pilihan untuk setia.
Actuating
Pola hidup apa yang perlu kubiasakan dan kuubah agar memiliki kegigihan untuk setia pada komitmen nilai kehidupan yang kita pilih.
Reflecting
Apakah hidupku setiap hari telah mewujudkan kesetiaan pada nilai kehidupan yang telah kita pilih, ataukah saya selalu menjadi pribadi yang gamang dan galau dalam menyikapi pilihan nilai.
Praying
Allah Bapa kami, bimbinglah kami dengan daya Roh-Mu, agar kami mampu membuat disposisi batin yang tepat dalam menghadapi tawaran nilai, hingga hidup kami makin kokoh dan kuat dalam perjalanan menuju kerajaan Kristus Putera-Mu Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine,OP
