SECERCAH HENING
Jumat,16 Juni 2023
Mat 11:25-30
“Menimba Kelegaan”
Terseok dlm kidung duka,
Lelah tanggung beban nestapa,
Makin berat terasa,
Jiwa lelah menekan rasa.
Datanglah kepadaKu saja,
Kosongkan diri tuk bersahaja,
Sentuh lelah jd berkat,
Hingga kuk makin nikmat.
Dijaman yang makin maju ini, maju pula kebutuhan dan keinginan kita untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dulu orang hanya butuh terpenuhinya basic need kebutuhan dasar, sudah cukup bahagia. Sekarang banyak kebutuhan sekunder yg menggelisahkan jika tidak dipenuhi. Kebutuhan kuota, kebutuhan jaringan internet, eksis di medsos, prestise nampaknya kian menjadi kebutuhan yg pokok. Antara kebutuhan dan keinginan yang tidak terpenuhi membawa orang pada tekanan-tekanan emosional dan psikologis yang serius. Bahkan hingga depresi. Kelegaan, kedamaian menjadi hal yang mahal dan dirindukan. Maka Yesus dalam Injil hari ini bersabda:
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu”.
Kegelisahan dan ketidak-damaian sering kali tercipta karena kita terlalu membenani diri sendiri dengan kepentingan dan keinginan yg terlampau banyak.Kita sulit lagi membedakan kebutuhan dan keinginan.Bahkan ketika datang kepada Yesuspun tetap tidak lega dan tidak damai, mungkin kita datang dengan sikap yg salah dan sibuk dengan pikiran sendiri dan kurang mendengarkan Allah. Sikap mendengarkan menjadi sesuatu yg sulit, karena budi dan hati kita sering bising dipenuhi oleh aneka keinginan dan obsesi diri. Sementara sikap mendengarkan butuh kerelaan untuk melepas… yang harus dilepas adalah suara ego (self) untuk memasuki titik hening.
Menjadi pribadi yg bisa mendengarkan
butuh latihan dan kerelaan menyediakan diri. Jika kita terus sibuk dengan aneka hal, membuat kita penuh, tak ada ruang kosong lagi. Padahal Kelegaan dan kedamaian tidak didapat dari luar diri kita, tetapi didapat dari kedalaman batin yang hening dan mengosongkan diri. Dalam pengosongan inilah kita memperluas ruang batin untuk Allah bekerja, sekaligus mempersempit ruang ego berkuasa. Maukah kita mempersempit ruang ego kita ?. Supaya kita mampu terbuka terhadap realitas hidup termasuk beban-beban kehidupan.
Setiap orang punya kuk atau beban yg harus dipikul dalam kehidupan ini.Namun ditangan Yesus yang seorang tukang kayu, beban atau kuk itu menjadi pas dipundak setiap orang. Sehingga tetap enak untuk dipikul. Maukah kita selalu berada dalam pengaruh Yesus sehingga kuk itu menjadi pas atau cocok untuk kits?. Karena Yesus tidak akan meniadakan kuk pada tiap tiap orang tetapi membuat setiap orang sanggup membawa kuk nya masing masing dengan ringan. Dan itulah yg disebut bebankupun ringan sebagai kesaksian hidup di jalan Tuhan.
Janganlah berputus asa dengan aneka beban yg sedang engkau tanggung. Datanglah pada Yesus sepenuh hati. Agar bebanmu menjadi pas untuk ditanggung dengan ringan.
Contemplating
Marilah kita mengheningkan seluruh indera kita agar makin menemukan keheningan dan kelegaan dalam hidup.
Actuating
Pola hidup apa yang perlu kubiasakan dan kuubah agar memiliki waktu untuk hening dan mendengarkan Tuhan dalam doa.
Reflecting
Apakah hidupku telah kuhayati sebagai buah dari keheningan dan kesegaran hidup dalam mengimani Tuhan. Atau hidup asal mengalir tanpa makna.
Praying
Allah Bapa yang maha kasih. Ajarilah kami peka menangkap dan merasakan kehadiran-Mu yg dasyat dalam hidup kami setiap hari. Hingga kami boleh menikmati kelegaan dan keheningan karena kehadiran-Mu. Dalam Kristus Tuhan kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP
