SECERCAH HENING
Minggu, 30 Juni 2024
Mrk 5: 21-43
Merindu jiwa terjamah,
Terengah menggapai jubah,
Tertunduk hingga rebah,
Gapai kesembuhan penuh berkah.
Kalau kita mengikuti perkembangan medis dengan hasil-hasil research terkini, salah satunya menemukan bahwa penyebab aneka penyakit yg berat atau bahkan mematikan manusia ternyata tidak selalu berupa penyakit fisik. Tetapi bersumber dari hal-hal yg bersifat psikologis, spiritual dan mental , seperti : keyakinan yg keliru, berpikiran negatif, dendam, terluka, depresi yang amat dalam, dll. Selebihnya baru disebabkan oleh penyakit fidik.Dan betapa sebuah keyakinan diri yg positif ternyata bisa menjadi suplai energi positif yg memiliki daya menyembuhan yg dasyat. Seperti kisah dalam Injil hari ini:
Adalah seorang perempuan yg sudah 12 tahun lamanya menderita pendarahan.Ketika mendengar berita tentang kedatangan Yesus ia mendekati dari belakang dan menjamah jubah-Nya.Sebab katanya:
“Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh”.
Seketika itu juga berhentilah pendarahannya. Kesembuhan yg dialami perempuan itu sungguh dasyat. Kedasyatannya terletak pada
- Keberanian menyadari bahwa dirinya sakit dan membutuhkan kesembuhan dengan segera.
- Keberanian untuk keluar dari kungkungan jiwanya yg putus asa dengan mendekati Yesus, untuk bisa menjamah jubah-Nya.
- Keberanian untuk memiliki keyakinan yang kuat bahwa: “asal kujamah saja jubah-Nya aku akan sembuh”.
Tiga keyakinan inilah yg membuat upaya penyembuhan menjadi sempurna dari buah jamahan jubah Yesus. Keyakian ini menjadi inner fire yang mampu mengubah segalanya. Jamahan jubah adalah simbul tekat yg bulat dengan aneka resiko. Mempertaruhkan diri untuk kesembuhan. Namun di atas semua itu, penyembuhan terjadi karena Tuhan menghendaki-Nya, belas kasih Allah mengatasi dan menyempurnakan semua keberaniannya. Dan didukung oleh relasi personal dengan Yesus face to face yg makin dalam.Tanpa sebuah relasi yg dalam dengan Yesus penyembuhan tidak terjadi. Maka agar hidup kitapun juga diperbaharui, marilah kita makin intim dengan Yesus, hingga tidak lagi tergantung dari ada tidaknya jubah yg bisa kita jamah tetapi seberapa dalam kita telah berelasi dengan Tuhan.
Contemplating
Mari kita heningkan jiwa, raga,rasa, hati, budi dan hati untuk menyelami relasi yg dalam dengan Yesus.
Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan dan kuubah agar makin gakin dan matang dalam mengimani Yesus.
Reflecting
Semangat pembaharuan apa yg akan saya wujudkan untuk makin memuliakan Allah dalam hidup.
Praying
Allah Bapa yg penuh kasih, kami bersyukur atas sabda Yesus yg hidup dan menginspirasi perjalanan kami, untuk makin percaya dan matang mengikuti jejak hidup-Nya. Memuliakan-Nya tiada henti dalam hidup dan karya kami.
Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP
