SECERCAH HENING
Sabtu, 22 Juni 2024
Mat 6: 24-34
Tumbuh di temaram senja,
Tuas kecil menyibak rasa,
Di tatih utk percaya,
Berkembang dlm bulir cinta.
Mengisi tiap ruang hampa,
Tepis ragu mntapkan Jiwa,
Titian hari makin bermakna,
Rasa cukup awal bahagia.
Saya senang ketika mengenang hidup masa kecil di kampung, dimana ketenteraman, kedamaian, keamanan, kenyamanan, tidak perlu dicari cari, tetapi tercipta secara alamiah dalam keharmonisan dengan alam semesta, tetangga sekitar dan Tuhan. Jarang mengalami kekuatiran yg berarti, karena kenginan, kebutuhan dan kenyataan dipenuhi dengan ‘sakmadyo’ atau secukupnya atau segala sesuatu di terima dengan sikap more than enough Namun semakin peradaban manusia itu modern, ia harus melakukan proteksi dalam banyak sisi agar hidupnya tenang, aman, tenteram dan bahagia.Namun hal itupun sulit terpenuhi karena keinginan dan kebutuhan manusia makin tak berbatas, semakin ia memiliki banyak, semakin ia masih membutuhkan banyak pula. Maka tepatlah pesan Yesus dalam Injil hari ini:
“Janganlah khawatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah khawatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai.Bukankah hidup itu lebih penting dari pada pakaian?… “
Nampaknya keharmonisan hubungan yang makin luntur, dengan alam semesta, dengan sesama dan dengan Tuhan membuat hidup dipenuhi dengan aneka kecemasan dan kekhawatiran.Kedalaman kasih dan pemeliharaan Allahpun hanya diukur dan dibatasi oleh ukuran kepeduliannya terhadap hidupnya sendiri, sesama dan alam semesta. Padahal kasih dan penyelenggaraan Allah sejatinya abadi, namun hanya sedikit orang yg sanggup menaruh kepercayaannya kepada Allah dalam segala sesuatu. Hanya hati yang bersahaja dan menempatkan aneka kebutuhan dan keinginan dgn sikap ‘sakmadyo’ akan sanggup mempercayakan hidupnya kepada Tuhan. Dan jiwa ini akan tentram, karena menempatkan hidup adalah anugerah yg more than enough dianugerahkan Tuhan kepada kita dengan cuma-cuma.
Mari jangan cemaskan hidupmu dengan aneka kekhawatiran, tetapi mari belajar menerima apa yg ada dan boleh kita miliki dengan rasa cukup. Dan berjuang untuk mengisi hidup dengan sikap syukur niscaya rahmat Tuhan akan memeliharamu dengan kelimpahanNya.
Contemplating
Mari kita heningkan seluruh diri kita, berenang dalam lautan kasih-Nya.
Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan dan kuubah agar makin intim menjalin keharmonisan dengan Tuhan.
Reflecting
Apakah hidupku setiap hari telah memperlihatkan kekuatan karena percaya pada penyelenggaraan Allah.
Praying
Allah Bapa di surga, kami bersyukur Engkau telah menumbuhkan benih iman sebagai peletak dasar kepercayaan kami kepada-Mu, ajarilah kami mempercayakan seluruh hidup kami kepada-Mu. Demi kemuliaan Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP
