Pengampunan

SECERCAH HENING
Jumat, 2 Agustus 2024

Mat 13: 54-58

Luka yg terampuni,
Lahir tuk mencintai,
Memeluk dgn kasih,
Tumbuh kerendahan hati.

Penolakan jadi saksi,
Kualitas diri diuji,
Bagi hati yg mencintai,
Semua indah di ujung hari.

Setiap orang pasti pernah mengalami saat – saat ditolak, tidak dianggap atau tidak dihiraukan. Ada banyak faktor yg menyebabkannya. Bisa karena tahu betul siapa kita atau sama sekali tidak tahu siapa sesungguhnya kita.Yang akan kita maknai bukan pada penolakannya tetapi sikap kita saat mengalaminya. Dan hal itu jauh lebih penting dari nilai penolakan itu, karena sikap kita akan menentukan kualitas kita. Hal ini juga dialami oleh Yesus dalam Injil hari ini:

“Seorang nabi dihormati di mana mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya.Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakanNya di situ “.

Kehadiran Yesus diwarnai dengan penolakan-penolakan sejak dalam rahim ibu-Nya hingga akhir hidupnya. Penolakan yg terus-menerus bisa melahirkan dendam, terluka, sakit hati dan bahkan kematian. Hanya dengan pengampunan penolakan akan menjadi cambuk yg positif. Dan keselamatan terjadi ketika penolakan itu disikapi dengan sikap yg lahir dari kualitas jati diri yang matang seperti yang ditunjukkan oleh Yesus, penolakan bahkan pembunuhan bagi diri-Nya malah menariknya ke saat-saat pengampunan yang paling indah. “Bapa ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan”. Dari pengalaman ini menjadikan “pengalaman rohani” yang memberi sukacita bagi jiwa yg menyaksikan. Pengalaman ini bisa melahirkan pengalaman “konsolasi” pengalaman sukacita karena Tuhan yg menguasai jiwa manusia yang mengampuni. Jika kita mampu mengampuni tidak perlu banyak “healing” kesana kemari, karena mengampuni dan diampuni memiliki daya penyembuhan dari dalam yg dasyat.
Pengalaman mengampuni dan diampuni akan melahirkan pengalaman sukacita yg bisa menyembuhkan aneka penyakit dan luka batin. Maka janganlah kita kehilangan sukacita manakala kita di tolak dan tak dihiraukan orang lain karena seperti Kristus penolakan itu justru menjadi saat kita mematangkan integritas dan sukacita kita utk mengampuni. Tidak mudah untuk latihan rohani ini namun bagi hati yg mencintai, Allah akan memampukan kita.

Contemplating
Marilah kita satukan jiwa, raga, rasa dalam keheningan,rasakan dan kenali cara mendewasakan diri kita melalui setiap penolakan yg kita terima dalam hidup sosial kita.

Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan agar makin peka menanggapi undangan untuk mengampuni.

Reflecting
Apakah aneka pengalaman sulit telah mengajariku makin terbuka memandang kehidupan dalam kacamata Allah.

Praying
Allah Bapa, ajarilah kami berani mengampuni agar kami boleh mengalami sukacita dan keselamatan.Karena Kristus Tuhan kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *