Pergilah vs Datanglah

SECERCAH HENING
Sabtu,3 Desember 2022

Mrk 16: 15-20

“Pergilah vs Datanglah”

Yesus berkata:
“Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makluk. Siapa yg percaya dan dibabtis akan diselamatkan, tetapi siapa yg tidak percaya akan dihukum….mereka pun pergilah dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yg menyertainya”.

Kata pergilah ke seluruh dunia adalah kalimat perintah, yang mengandung semangat visioner sekaligus tantangan misioner, yang merupakan out put atau target penginjilan. Ke seluruh dunia merupakan sasaran wilayah misi yg belum mengenal khabar gembira Injil.Ada dua sisi yg perlu kita refleksikan lebih lanjut.
1).Kata pergilah. Kata ini dalam konteks perutusan mengandung makna kesediaan keluar dari ‘box comfort zone’ / zona nyaman. Zona nyaman yg paling sulit bukan soal fisik dan sosial berupa tempat, rumah, keluarga,relasi tetapi yg paling sulit adalah zona nyaman dari kepentingan diri atau ego atau self.
2) Pergilah juga berarti kesediaan pergi atau berangkat ke tempat atau wilayah baru dengan maksud mewartakan agar semangat Kristus dikenal dan dihayati, wilayah baru tidak selalu jauh ke negeri seberang seperti yg dilakukan oleh St. Fransisikus pada jamannya yg pestanya kita rayakan hari ini. Tetapi bisa jadi tempat baru jaman ini yaitu “Global Village” kampung dunia yang di bangun oleh dunia maya. Yang belum terjamah oleh pola hidup Yesus. Sanggupkah kita menjadi pewarta khabar gembira dengan menyuarakan kebenaran bukan hoak, mewartakan kedamaian bukan ujaran kebencian. Panggilan ini untuk kita semua.
Sebelum kita berani pergi, pertama tama kita harus datang kepada Yesus. “Datanglah kepadaKu semua yg letih lesu….” ajakan untuk berlabuh dalam kasih Tuhan, menimba kekuatan dan kedalaman relasi, sebelum kita berani pergi ke dunia yg baru atau pewartaan baru.
Semoga dengan inspirasi sabda hari ini, kita makin memiliki semangat pergi dan keluar dari diri sendiri untuk menjadi pewarta khabar gembira Injil dimanapun kita berada:di tengah keluarga,komunitas,tempat kerja, masyarakat nyata dan dunia maya, dengan bersumber pada relasi yg mendalam dan personal dengan Yesus. Sanggupkah?

Contemplating
Mari kita heningkan jiwa, raga,rasa, hati, budi dan hati untuk makin dekat menyelam dalam samodra kehidupan Allah.

Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan dan kuubah agar makin gigih mewartakan kebaikan Allah dalam hidup setiap hari melalui kata dan tindakan sederhana sekalipun.

Reflecting
Apakah hidupku setiap hari telah mampu mencerminkan semangat pewarta di tengah kehidupanku dalam keluarga dan masyarakat atau tempat kerja.

Praying
Allah Bapa di surga berilah kami hati yg damai dan bahagia. Agar tiap saat adalah saat yg tepat untuk mewartakan khabar sukacita Injil dalam kehidupan kami tiap hari. Demi Kristus Putera-Mu Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *