SECERCAH HENING
Selasa, 25 April 2023
Mrk 16: 15-20
“Peziarahan yg teramat jauh”
Mewarta dari kedalaman jiwa,
Melampaui batin yg meronta,
Berdamai dgn aneka situasi yg ada
Menebar vibran sukacita.
….kesendirian, keheningan, berteman dalam sepi dan bersahabat malam, kini menjadi peziarahan batin yang terjauh kadang tak terjangkau oleh kodratku. Tak terbayangkan sebelumnya bahwa semua orang di seluruh dunia dua tahun lalu, masih harus berjuang untuk bisa selamat dari bahaya wabah virus setelah 3 tahun berjalan. Dengan konsekuensi harus menyiapkan hidup secara baru. Sabda Yesus dalam Injil hari ini:
Yesus berkata kepada para murid:
“Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makluk”
Yesus meminta kita memberitakan Injil tidak hanya kepada manusia tetapi kepada setiap makluk. Esensi kepergian yg dituju oleh sabda ini adalah agar Injil terwartakan. Sedangkan Injil artinya Khabar gembira karena keselamatan. Maka yg utama nampaknya bukan pertama tama pergi secara fisik utk ‘easy going’ dengan jarak tempuh fisik tertentu saja. Tetapi juga pergi menjangkau setiap sudut hati agar mengalami khabar gembira. Pesan ini nampaknya menjadi jelas meski di masa yg belum stabil akibat pandemi, kita tetap diminta pergi lewat jaringan apapun untuk menyebarkan vibran kebaikan dan khabar gembira, bukan vibran ketakutan dan kecemasan yg bisa membunuh harapan. Melalui orientasi setiap:
Cinta kita…..
Imaginasi kita…
Kreatifitas kita….
Pikiran positif kita…
Inner light kita….
Inner fire kita….
Sukacita kita….
Kerinduan kita…
Penghiburan kita…
Sharing peneguhan kita…
Pelukan rohani kita….
Kemesraan batin kita….
Tidak bisa dilockdown.
Semua potensi berenergi di atas tidak dibatasi tetapi justru perlu ditebarkan diberitakan dalam kedalaman kasih Allah untuk menjangkau banyak hati untuk menghibur yg sedang berduka, meneguhkan yg tengah gundah dan ragu, menemani yg kesepian krn kehilangan banyak hal dan memberi arti pada setiap keputusasaan. Mari kita bersama dalam situasi apapun tetap berani mewartakan Injil khabar gembira di tengah kegundahan dan kedukaan dunia ini, dari setiap tarikan nafas, kita jadikan doa, dari setiap kata yang terucap kita jadikan saat peneguhan, dari setiap detail pikiran kita yg terlintas kita jadikan tawaran penyelesaian, dari setiap tangan yg terlambai kita jadikan vibran kehangatan, dari setiap gerakan kaki yg terlangkah kita jadikan saat menemani yg gundah.
Kita tidak bisa menjangkau warta Injil pada setiap makluk. Tetapi setidaknya diri kita yg rapuh dan terbatas layak menjadi tanda sukacita Injil kepada orang orang di sekitar kita karena kehadiran kita menjadi vibran kebaikan. Semoga kita dihindarkan dari keinginan berkata kata yg meniadakan sukacita. Bermedia yg menghilangkan pengharapan, dan bersosialita yang meniadakan keberadaan sesama dan Tuhan. Upaya ini tidak mudah tetapi dengan hati yg ingin terus mencintai Tuhan dan Injilnya, semoga kita sanggup meletakkan semua di tangan Tuhan hingga dampaknya membawa kelimpahan dan keselamatan bagi kita dan sesama.
Contemplating
Marilah kita satukan jiwa, raga, rasa dalam keheningan, untuk meneduhkan indera kita agar layak dipakai Tuhan.
Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan agar makin peka menanggapi ajakan Tuhan mewartakan Injil.
Reflecting
Apakah aneka pengalaman sulit telah mengajariku makin matang dan bertumbuh menjadi pewarta.
Praying
Allah Bapa, ajariah kami mampu untuk belajar dari setiap kesulitan hidup yang kami hadapi, hingga hidup kami makin terbuka dan layak menjadi pewarta Injil lewat kata dan gaya hidup kami.Demi Kristus Tuhan kami Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP
