SECERCAH HENING
Jumat, 12 Juli 2024
Mat 10: 16-23
Gigih menatap fajar pagi,
Senyum merayu hati sepi,
Semangat melangkah di titian hari,
Karena Dia ada di tiap ujung hari.
Menepi utk makin tahan uji,
Mencintai tanpa batas diri,
Berjuang tak takut mati,
Keabadian jadi hadiah surgawi.
Mengikuti dan mengimani Yesus, sejak Gereja perdana sampai saat ini adalah pilihan yang penuh resiko. Bukan hanya soal resiko sosial (dikucilkan, minoritas yg ditolak, dibenci orang) tetapi juga resiko masa depan (perlakuan yg dikotomis, tertutup peluang untuk maju dalam aneka bidang dan jabatan strategis) dan yg lebih parah adalah resiko nyawa ( kemungkinan dibunuh dan dianiaya). Terus apa sikap kita jika tahu dan sadar akan resiko itu? “siapa takut !!” karena seandainya sampai matipun karena menjadi pengikut Kristus, kitapun akan mati berkenan sebagai martir. Namun apakah semudah itu bisa kita jalani???.
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya:
“Waspadalah terhadap semua orang karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. Dan karena Aku kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang yg tidak mengenal Allah. Dan kamu akan dibenci semua orang karena namaKu, tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat”.
Kita tahu meski semua orang dipanggil, namun sedikit yg dipilih, termasuk dipilih menjadi martir yg rela mati di tengah kehidupan. Bagi kita tidak perlu muluk-muluk. Cukuplah bahwa kita menjadi bahagia dalam menghayati iman kita dari hari ke hari. Dan belajar menjadi teguh berdiri dalam mengikuti pedagogi di sekolah Yesus yakni menjadi pribadi yg militan. Militansi kepribadian buah didikan dari ajaran Yesus antara lain menjadi bahagia bukan seperti langit tanpa badai, jalan tanpa kecelakaan, bekerja tanpa lelah atau hubungan tanpa kekecewaan. Tetapi belajar menjadi bahagia dengan menemukan kekuatan dalam pengampunan, harapan dalam kegelisahan, rasa aman di tengah kemelut ketakutan, cinta dalam merangkul perbedaan dan luka, kegagalan untuk mengukir ketenangan dan bersukacita berkat perasan air mata dalam merefleksikan kesedihan. Inilah profil pribadi pengikut Kristus yang bahagia mengikuti jalan salib sebagai jalan penebusan. Dengan satu keyakinan: “Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu”. Yakni memperoleh keselamatan. Semoga dari hari ke hari kita makin matang untuk hidup berpengharapan, seberat dan sesulit apapun kehidupan ini, kita tetap yakin ada seseorang yg menemani dan menguatkan kita selalu yaitu Yesus. Dia ada menyejarah sampai saatnya kita berjumpa dari muka ke muka. Ingat sesulit apapun kehidupan yg engkau jalani, ada seseorang yg menemanimu, menunggumu saat engkau lelah dan letih, yakni Yesus. Dan singgahlah sejenak di hatiNya, maka engkau akan sanggup melewati apapun dengan damai.
Contemplating
Mari kita heningkan jiwa, raga,rasa, hati, budi dan hati untuk makin dekat dengan jangkauan kasih Allah.
Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan dan kuubah agar makin menjadi pribadi yg militan.
Reflecting
Apakah hidupku setiap hari telah mampu mencerminkan pribadi yg militan atau tahan uji.
Praying
Allah Bapa di surga berilah kami hati yg damai dan bahagia. Mampu bertahan dalam suka duka kehidupan, dengan tetap setia mengikuti jalan yg ditunjukkan oleh Putera-Mu Yesus Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP
