Sebuah Kepastian

SECERCAH HENING
Sabtu, 19 November 2022

Luk 20: 27-40

“Sebuah kepastian”

Lembut mengiring masa,
Meneduh di masa biasa,
Matang dlm balutan rasa,
Meniti hidup makin bermakna.

Senyuman mengiring fajar,
Mengisi hari dengan wajar,
Rangkai kebaikan tiada pudar,
Mencintai yg trus berkobar.

Menjadi seseorang yang bahagia dan matang dalam hidup adalah pilihan, sedang menjadi tua dan mati adalah kepastian. Menjadi matang adalah kebebasan setiap orang untuk memformat dirinya, kematangannya sangat ditentukan oleh pilihannya yg dibentuk setiap hari melalui kata, tindakan,keputusan dan kualitas doanya, sedangkan menjadi tua dan mati itu pasti dan tidak bisa ditolak. Dan bagaimana keadaan seseorang setelah kematian, tak seorangpun bisa menjelaskan secara pasti, namun dalam iman akan Kristus yang bangkit dan berjanji memberikan hidup kekal, membuat kita yakin bahwa hidup setelah kematian adalah abadi. Reksa dan keagungan serta keindahan dalam hidup setelah kematian lebih banyak bergantung pada kerahiman dan belas kasih Allah semata. Sebagaimana di kisahkan dalam Injil hari ini:

Yesus berkata:”Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan,tetapi mereka yang dianggap layak mendapat bagian dalam dunia yg lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan dikawinkan. Sebab mereka tidak dapat mati lagi, mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan”.

Apakah kita kelak boleh mengalami hidup seperti malaikat itu? Dalam iman kita menjawab ya, karena kasih Kristus. Namun nampaknya hal itu hanya mungkin jika ketika hidup kita di dunia telah menghayati hidup sebagaimana di bumi seperti di dalam surga yakni belajar hidup dan menghidupi karakter malaikat, dimana ciri dasar malaikat adalah hidup dalam
Roh kebaikan yakni Kasih, sukacita, damai sejahtera, kelemah lembutan, penguasaan diri,dll.Dan di atas semua itu adalah membiasakan sikap pengampunan. Semoga kepastian hidup yg ditawarkan Yesus mengispirasi kita dari hari ke hari untuk belajar membiasakan diri mewujudkan karakter malaikat dalam style hidup kita. Biarlah pergumulan hidup ini makin berat dan menyesakkan namun semoga kita tetap tidak akan kehilangan harapan dan senyuman untuk menerima setiap realitas harian dengan sukacita. Dan inilah salah satu karakter malaikat yg akan membawa kita ke kehidupan yg sejati dan kekal.

Contemplating
Mari kita heningkan jiwa, raga,rasa, hati, budi dan hati untuk makin mencinta Allah.

Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan dan kuubah agar terbiasa mewujudkan karakter malaikat dalam sikap dan tindakan kita.

Reflecting
Apakah hidupku setiap hari telah memperlihatkan karakter baik yg bersumber dari buah Roh yg baik.

Praying
Allah Bapa di surga berilah kami hati yg damai dan bahagia. Agar tiap saat adalah saat yg tepat untuk mewujudkan Cinta pada Allah dan sesama. Demi Kristus Putera-Mu Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *