Secercah Hening : Belajar dari Kehidupan

SECERCAH HENING
Rabu, 25 Juni 2025

Mat 7: 15-20

“Belajar dari Kehidupan”

Belajar menyelami keindahan,
Terpeluk oleh dahsyatnya harapan,
Terpana oleh suluh kebenaran,
Belajar indahnya kehidupan.

Kebuntuan temukan jalan,
Terhindar dari liukan kebohongan,
Titian senja tuai pujian,
Tumbuhkan tunas kebaikan,

Ada pepatah “Nemo dat quod non habet” merupakan frasa latin yg artinya kita tidak bisa memberikan apapun yg tidak kita miliki. Jika dihubungan dengan sifat sifat baik kehidupan. Kita tidak bisa membagikan kebaikan bagi orang lain jika hidup kita sendiri tidak baik.Jika perbuatan kita dalam hidup itu penuh kebaikan maka buah yg terlihat hidup kita akan baik. Hal ini senada pernyataan seorang penulis Dorothy law Nolte demikian :

“jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia akan belajar percaya diri. Jika anak dibesarkan dengan toleransi ia belajar menahan diri. Jika anak dibesarkan dengan rasa aman ia belajar menaruh kepercayaan. Sebaliknya jika anak dibesarkan dengan celaan ia belajar memaki. Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi. Jika anak dibesarkan dalam cemoohan, ia belajar rendah diri. Maka berkaitan kehidupan semacam itu, Yesus juga bersabda

“Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yg datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yg buas. Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?.Demikianlah setiap pohon yg baik menghasilkan buah yg baik, sedangkan pohon yg tidak baik menghasilkan buah yg tidak baik “.

Kehidupan yg kita alami sesungguhnya adalah sebuh potret atau cermin dari proses yg kita jalani atau tekuni sebelumnya. Jika kita menjalani hidup ini dengan berkualitas, maka buah atau warna hidup kita juga demikian. Sebaliknya jika kita menjalani hidup dengan serampangan, maka warna hidup kita juga akan berantakan. Buah kehidupan apakah yg akan kita hasilkan tentu sangat tergantung rahmat Tuhan, namun rahmat Tuhan akan bekerja melalui gaya hidup atau karakter yg kita latih biasakan setiap hari. Jika tiap hari kita membekali dan mengisi diri dengan sabda Tuhan maka rahmat Tuhan sendiri akan turut bekerja mewarnai hidup kita. Dalam hal ini kita selayaknya bangga dan beryukur terhadap Gereja Katolik karena melalui sakramen – sakramen yg kita terima, sangat membantu kita membangun pohon kehidupan yg sempurna. Mulai lahir hingga kematian kita dibekali dengan rahmat lewat sakramen.

Mulai lahir dengan babtis, perjalan dikuatkan dengan ekaristi, untuk matang dengan krisma, mulai dewasa dengan sakramen perkawinan, saat sakit diberi sakramen pengurapan. Kebebasankulah akan menentukan buah kehidupan macam apa akan kubentuk. Semoga buah kehidupan kita banyak dikenal karena rahmat Kristus yg bekerja, hingga buah hidup kita mendatangkan keselamatan bagi diriku dan sesamaku. Jangan keruhkan dirimu dengan pola hidup yg menjauhkanmu dari buah buah kebaikan. Mari kita warnai hidup kita dengan kebaikan. Jika sekitarmu tiada seorangpun tertarik untuk berbuat baik, jadilah engkau yang pertama melakukannya.

Contemplating
Mari kita heningkan seluruh diri kita, menimba daya kepenuhan kasih Allah.

Actuating
Pola hidup apa yang perlu kubiasakan agar membuahkan gaya hidup yang baik.

Reflecting
Apakah hidupku setiap hari telah kujalani sebagai perwujudan dari nilai imanku yang menuntun pada kebaikan.

Praying
Allah Bapa di surga, kami bersyukur Engkau telah menumbuhkan benih iman dan kebaikan dalam hidup kami, semoga berkat bimbingan-Mu, kami mampu mewujudkan buah-buah kebaikan. Demi kemuliaan Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Salve
Salam Veritas
Sr. Albertine, OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *