Secercah Hening : Dasar Hidup

SECERCAH HENING
Kamis, 26 Juni 2025

Mat 7: 21-29

“Dasar Hidup”

Menelusup di kesunyian
Bergema dalam keheningan
Aneka rasa sebagai sapaan
Cinta sebagai dasar bangunan.

Bertindak atas kepercayaan
Terbius oleh kebaikan
Tak kenal kesombong
Bertindak dari kebajikan

Menurut St. Thomas Aquinas, kebijaksanaan adalah kebajikan tertinggi yang memungkinkan seseorang untuk bertindak benar dan mencapai kebaikan. Kebijaksanaan, dalam pandangannya bukan hanya pengetahuan intelektual, tetapi pengetahuan menerapkan pengetahuan tersebut dalam tindakan nyata dan praktis dalam kehidupan sehari-hari.
Orang yang bijaksana akan mendasarkan bangunan hidup hariannya atas dasar fondasi yg kuat mengakar pada penyelenggaraan Allah. Sebagaimana sabda Yesus dalam Injil hari ini:

“Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datangah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu…”.

Hidup kita ibarat bangunan, perlu fondasi yang kuat agar diri kita tidak rapuh dan mudah hancur manakala di hantam oleh aneka badai kehidupan. Kekuatan fondasi ditentukan oleh ikatan yg kuat dan melekat antara keterbukaan diri untuk dibentuk dengan rahmat Tuhan.Kualitas fondasi membuat seseorang memiliki integritas diri yang membuatnya sanggup menghadapi aneka badai kehidupan dengan sikap yang asertif yakni tegar, bijak, tenang, rendah hati dan penuh syukur. Setiap kegagalan menjadikannya makin kuat dalam membentuk integritas dirinya. Sebaliknya fondasi yg lemah, membuatnya menjadi pribadi yg rapuh, mudah hancur, panik dan penuh complain manakala menghadapi kerasnya kehidupan. Integritas diri yg merupakan fondasi kehidupan seseorang banyak ditentukan oleh kualitas kedalaman relasinya dengan Tuhan, dalam lorong keheningannya. Integritas diri dimatangkan dengan mengunyah setiap sabda menjadi nyata dalam dirinya. Semoga sabda Tuhan hari ini menginspirasi kita makin teguh membina diri, memperkuat bangunan rohani agar hidup kita makin kuat, manakala perjalanan hidup banyak tantangan takkan mengurangi kebahagiaan kita sebagai anak-anak Allah.

Contemplating
Mari kita heningkan seluruh diri kita, menimba daya kepenuhan kasih Allah, Sebagai fondasi hidup.

Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan dan kuubah agar makin mantap dalam membentuk bangunan rohani berlandaskan relasi yg kuat dgn Allah.

Reflecting
Apakah hidupku setiap hari telah dibangun dengan fondasi sabda yg menginspirasi hidup.

Praying
Allah Bapa di surga, kami bersyukur Engkau telah menguatkan kami setiap hari melalui Sabdu-Mu. Ajarilah kami setia untuk rela dibentuk dan membentuk diri oelh rahmat-Mu, hingga kami mampu membangun fondasi hidup atas dasar kehendak-Mu. Demi kemuliaan Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Salve
Salam Veritas
Sr. Albertine, OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *