Secercah Hening : Cinta Menembus Batas Pengampunan

SECERCAH HENING
Senin, 23 Juni 2025

Mat 7: 1-5

“Cinta Menembus Batas Pengampunan”

Cinta itu menyapa,
Bukan mendamba.
Cinta bisa lihat pelangi,
Di tempat tersembunyi.

Cinta itu menerangi,
Titik gelap dengan jernih.
Cinta itu mengampuni,
Bukan menghakimi.

Apakah engkau mencintai? Energi ini dasyat !.Mampu menelusup di lorong-lorong kebencian, irihati, kemunafikan dengan mata yg jernih. Cinta mampu memahami yg tidak bisa dimengerti, hingga mata hati mampu merangkul kelemahan diri sebagai bagian yg layak dicintai bukan untuk dihakimi. Hal ini tidak mudah karena bagian dari potret diri. Maka Yesus dalam Injil hari ini berasabda:

“Jangan kamu menghakimi supaya kamu tidak dihakimi. Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu”.

Ketidakmampuan kita menerima kelemahan orang lain, bukan karena parahnya orang lain atas keterbatasannya.Tetapi lebih banyak karena kitapun kurang mampu menerima kelemahan diri sendiri. Sikap kita terhadap sesama lebih banyak merupakan cerminan atas penerimaan & kebahagiaan terhadap diri sendiri.Dan kebahagiaan diri terpenuhi dalam setiap tarikan nafas dan tegukan air keheningan. Yakni pengalaman cinta Allah yg tiada batas. Hanya hati yg mencintai yang sanggup melihat batu dalam diri sesamannya menjadi selumbar yg layak dirangkul untuk menjadi berkat yg saling menyembuhkan.

Contemplating
Mari kita heningkan seluruh diri kita, menimba daya kepenuhan kasih Allah, agar mampu melihat segala sesuatu dalam kaca mata Allah.

Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan dan kuubah agar makin peka melihat sisi baik dalam diri sesama.

Reflecting
Apakah hidupku telah selesai dengan diri sendiri. Hingga hidupku makin luber oleh pengalaman kasih Allah. Hingga mampu melihat kebaikan dalam diri sesama.

Praying
Allah Bapa tempat segala kasih berlabuh, berilah kami kasih terdalam akan Putera-Mu Yesus, agar hidup kami mengalami kepenuhan, hingga kami mampu memandang diri kami sendiri dan sesama kami, seturut dengan pandangan-Mu. Karena Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Salve
Salam Veritas
Sr. Albertine, OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *