Secercah Hening : Jalan Kecil

SECERCAH HENING
Selasa, 19 Agustus 2025

Mat 19 : 23-30

“Jalan kecil”

Menelusup lorong harapan
Tertatih oleh beratnya beban
Ego kian persempit jalan
Rahmat jadi penerang jalan.

Jalan kecil masih lebih lebar dari lubang jarum untuk bisa masuk dalam kerajaan Allah. Meski demikian jalan kecil juga tidak mudah untuk bisa kita lewati jika badan kita gemoy perlu menguruskan diri untuk bisa masuk. Kita ingat semboyan hidup St. Theresia dari Lisieux tentang “Jalan kecil atau jalan Kerahiman. Ia mengajarkan bahwa jalan kecil untuk mencapai Kerajaan Allah adalah jalan kekudusan yang dapat dicapai melalui cinta kasih yang sederhana dan tulus menjalani hidup setiap hari dengan melakukan kebaikan-kebaikan dan keutamaan yang kecil tanpa harus melakukan hal -hal besar dan luar biasa namun malah bisa menjauhkan kita dari Allah.

Hal ini selaras dengan Sabda Yesus kepada murid murid-Nya:

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga. Lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum dari pada seorang kaya masuk masuk dalam Kerajaan Allah”.

Perumpamaan dalam Sabda ini dilatarbelakangi oleh situasi pada jaman Yesus bahwa untuk masuk ke gerbang kota Yerusalem tidak semua orang bisa masuk dengan leluasa karena tidak tiap waktu gerbang di buka. Yang dibuka hanyalah serambi kecil yang mungkin cukup untuk satu orang tanpa barang. Jika orang lewat dengan aneka barang jelas tidak bisa masuk. Situasi itu dijadikan ilustrasi perjalanan masuk ke Kerajaan Allah atau pengajaran spiritual dan iman bahwa perjalanan menuju kerajaan Allah adalah jalan kecil.

Saatnya kita terus belajar fokus mempersempit jalan ‘ego’ dan memperlebar jalan rahmat. Pesan iman bagi kita, jalan sempit mana yang perlu kita lewati agar pusat diri ‘ego’ kita mengecil yang bisa menghalangi jalan rahmat agar kita bisa menembus jalan menuju yang dikehendaki Allah. Jalan yang menghalangi rahmat Allah bekerja tidak selalu berupa materi tetapi bisa kecenderungan-kecenderungan diri yang memasung kita sulit berkembang dalam rahmat Tuhan. Semoga kita makin peka menangkap perjalanan kita tiap hari sebagai jalan untuk berkembang dalam rahmat Tuhan.

Contemplating
Mari heningkan seluruh diri kita untuk terus menyadari kehadiran Allah dalam realitas dengan hati yang murni.

Actuating
Membiasakan diri hidup dengan kekuatan dari energi yang ditimba dari Allah untuk mempersempit ruang ego dan memperlebar ruang gerak rahmat Tuhan.

Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk makin mempersempit ruang ego dan memperluas ruang rahmat Tuhan dalam hidup.

Praying
Allah Bapa kami, berilah kami hati yang peka, dan menjalani hidup dengan kekuatan rahmat yang bersumber dari pada-Mu. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine, OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *