Selasa, 3 Februari 2026
Mrk 5: 21-43
“Menjamah jubah-Nya”
Merindu jiwa terjamah,
Terengah menggapai jubah,
Tertunduk hingga rebah,
Gapai kesembuhan penuh berkah.
Hari ini Gereja memperingati St. Blasius seorang uskup di Armenia (Turki) dan sekaligus seorang dokter yang penuh belas kasih pada abad ke-4. St. Blasius dihormati sebagai salah satu dari ” Fourteen Holly Helpers” karena perantaraannya banyak penderita penyakit tenggorokan sembuh. Maka Gereja Katolik setiap tgl 3 Februari memberikan berkat khusus bagi penderita penyakit tenggorokan. Hari ini dalam Injil Yesus juga menyembuhkan perempuan yang menderita pendarahan. Sebuah keyakinan diri yang positif memiliki daya yang dasyat, karena memberi energi positif untuk penyembuhan. Seperti kisah dalam Injil hari ini:
“Adalah seorang perempuan yang sudah 12 tahun lamanya menderita pendarahan. Ketika mendengar berita tentang kedatangan Yesus ia mendekati dari belakang dan menjamah jubah-Nya.Sebab katanya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh”.
Seketika itu juga berhentilah pendarahannya. Kesembuhan yang dialami perempuan itu sungguh dasyat. Kedasyatannya terletak pada : 1) Keberanian menyadari bahwa dirinya sakit dan membutuhkan kesembuhan dengan segera. 2) Keberanian untuk keluar dari kungkungan jiwanya yang putus asa dengan mendekati Yesus, untuk bisa menjamah jubah-Nya. 3) Keberanian untuk memiliki keyakinan yang kuat bahwa: “asal kujamah saja jubah-Nya aku akan sembuh”.
Tiga keyakinan inilah yang membuat upaya penyembuhan menjadi sempurna dari buah jamahan jubah Yesus. Keyakian ini menjadi “inner fire” yang mampu mengubah segalanya. Jamahan jubah adalah simbul tekat yang bulat dengan aneka resiko. Namun di atas semua itu, penyembuhan terjadi karena Tuhan menghendaki-Nya, belas kasih Allah mengatasi dan menyempurnakan semua keberaniannya. Dan didukung oleh relasi personal dengan Yesus face to face yang makin dalam. Tanpa sebuah relasi yang dalam dengan Yesus penyembuhan tidak terjadi. Maka agar hidup kitapun juga diperbaharui, marilah kita makin intim dengan Yesus, hingga tidak lagi tergantung dari ada tidaknya jubah yang bisa kita jamah tetapi seberapa dalam kita telah berelasi dengan Tuhan.
Contemplating
Mari kita heningkan jiwa, raga,rasa, hati, budi dan hati untuk menyelami relasi yang dalam dengan Yesus.
Actuating
Pola hidup apa yang perlu kubiasakan dan kuubah agar makin gakin dan matang dalam mengimani Yesus.
Reflecting
Semangat pembaharuan apa yang akan saya wujudkan untuk makin memuliakan Allah dalam hidup.
Praying
Allah Bapa yang penuh kasih, kami bersyukur atas sabda Yesus yg hidup dan menginspirasi perjalanan kami, untuk makin percaya dan matang mengikuti jejak hidup-Nya. Memuliakan-Nya tiada henti dalam hidup dan karya kami.
Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

