SECERCAH HENING
Selasa, 4 Juni 2024
Mrk 12: 13-17
Memfibrasi dengan mengasihi,
Bina diri tiada henti,
Tekun berdarma bakti,
Bagi Allah & bumi pertiwi.
Tanggal 1 Juni yg lalu sebagai warga Indonesia, kita libur diberi waktu untuk merayakan dan merefleksikan makna Pancasila sebagai dasar negara. Hingga pernah ada ungkapan ‘Saya Indonesia saya Pancasila’, menjadi viral di media, yang oleh Jokowi dicanangkan dalam rangka menghidupkan kembali 5 pilar semangat kebangsaan berdasarkan Pancasila. Sila demi sila jika didalami dengan semangat magis membuat hidup setiap anak bangsa menjadi pribadi yg utuh seimbang sebagai manusia paripurna.Keutuhan itu didasari oleh sila 1 yg membuat semua orang percaya dan mengimani Allah sebagai yg maha Esa. Hidup sebagai orang beriman akan terlihat kualitasnya relasinya kepada Tuhan dan secara nyata dalam ketaatannya terhadap pemerintah dan setia membangun hidup bersama di tengah masyarakat. Hal ini selaras dengan ajaran Kristus dalam Injil hari ini:
Yesus berkata kepada murid-Murid-Nya:
“Berikanlah kepada Kaisar apa yg wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yg wajib kamu berikan kepada Allah”.
Dari Sabda ini Yesus mau mengajarkan kepada kita bahwa kualitas iman kita kepada Allah semestinya terpancar dalam kesetiaan dan ketaatan kita kepada Kaisar yg dalam hal ini berarti pemerintah. Meski di satu sisi kita tahu tidak selalu pemerintah menjalankan kekuasaannya dengan benar. Namun sebagai orang beriman kita diharapkan menjadi bagian dari terang dan solusi. Sebuah bangsa dibentuk dari buah kesetiaan dan dedikasi orang beriman yg berintegritas dan rela mencucurkan darah sampai titik penghabisan. Kerinduannya untuk membangun bangsa dan masyarakat sejahtera merupakan buah iman dan kecintaannya mewujudkan amanat Tuhan yg mengasihinya. Hal ini selarah dengan perkataan Rasul Yohanes :” Tidak ada seorangpun yg pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita. Jika seorang berkata : Aku mengasihi Allah tetapi ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta,karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yg dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah yg tidak dilihatnya.” (1 Yoh 4:12,20). Perjuangan membangun hidup bersama orang beriman di tengah masyarakat adalah buah dari kasih terhadap Tuhan dan sesama. Maka makna iman yg perlu kita hidupi saat ini adalah membuat hidup berintegritas dengan makin dalam mengimani Allah, dan berjuang terlibat aktif dan berkontribusi positif bagi pembangunan bangsa dan masyarakat sekitar dimana kita hidup. Kobobrokan moral akibat warga bangsa yg makin korup dan permainan politik yg tak sehat, dan kental dengan membangun dinasti agar tidak menyurutkan semangat kita untuk rela berkontribusi secara positif melalui peran kita masing-masing. Karena disitulah merupakan bagian dari ekspresi bakti kita kepada Allah. Marilah kita makin mengisi hidup menuju integritas diri mengisi saat saat sulit ini dengan semangat kasih dan pemberian diri.
Contemplating
Mari kita heningkan indera kita untuk makin lunak dibentuk oleh kehadiran Allah.
Actuating
Membiasakan diri mengelola gerak batin yg makin mengasihi.
Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk makin matang dan bahagia menyikapi realitas sesuai kemurahan hati Allah.
Praying
Allah Bapa kami, seturut teladan Yesus buatlah hati kami senantiasa manis, lembut dan penuh Cinta hingga kami boleh menikmati hidup bahagia dan mengisi kemerdekaan hidup dalam semangat kasih. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP
