SECERCAH HENING
Sabtu, 4 Februari 2023
Mrk 6: 30-34
” Sunyi”
Kemewahan menepi,
Sendiri di lorong sunyi,
Hati terisi energi ilahi,
Jiwa penuh jd saat suci.
Kedamaian yg tak terbeli
Menanti di sudut hari,
Kerinduan yg tak bertepi,
Menyatu tanpa jarak hati.
Raga lelah hpus memori
Lembaran suci tuk diisi,
Menari di senja hari,
Penuh oleh kasih ilahi.
“Keberhasilan paling besar dan paling luhur dalam hidup ini adalah mengheningkan diri dan membiarkan Allah bekerja serta berbicara dalam hati kita” (Meister Echkart).Namun kenyataannya banyak orang takut kesendirian, takut kesunyian, takut sepi. Sehingga banyak kita jumpai orang jalan dan bepergian kedua telinganya dimasukin headset untuk mendengarkan musik dan apapun agar ada suara yg mewarnai dan mengisi kesunyiannya. Hingga kebahagiaan identik dengan kepenuhan hidupnya dengan aneka aktifitas dan produktifitas. Sebaliknya seorang mistik kuno menyatakan bahwa kebahagiaan sejatinya ditimba dari keheningan.Hal ini selaras dengan ajakan Yesus dalam Injil hari ini:
Yesus berkata:
“Marilah ke tempat yg sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!”. Sebab memang begitu banyaknya orang yg datang dan pergi, sehingga makanpun mereka tidak sempat.
Tempat yang sunyi dalam perikop yg singkat ini disebut 3 kali, dan disetarakan dengan kebutuhan makan dan minum, bahkan ketika makanpun tidak sempat setidaknya ke tempat yg sunyi menjadi pilihan untuk beristirahat sejenak. Maka tempat yg sunyi menjadi amat penting bagi Yesus dan para murid, karena disitulah Ia menimba kekuatan, kelegaan dan kesejukan pewartaan, sebelum dan sesaat orang banyak mengejarnya. Hal ini juga menginspirasi kita supaya kitapun memiliki tempat yg sunyi dari setiap kebisingan hidup harian kita. Tempat yg sunyi bukan sekedar tempat fisik, tetapi ruang batin yg dikosongkan untuk siap diisi dan mengisi kehadiran Allah. Tempat yg sunyi adalah saat kita menatap diri kita yg riil, otentik dan sejati berhadapan langsung dengan rahmat dan kehadiran Tuhan.Keberanian dan keterbukaan kita menyediakan tempat yg sunyi dalam aktifitas keseharian kita akan membuat hidup kita sejuk, damai dan bermakna, karena dari padanya kita bisa mendasarkan hidup tidak pada kekuatan sendiri tetapi pada rahmat Tuhan. Marilah mengawali hari ini dengan menyediakan tempat yg sunyi dalam relung batin kita, agar hidup kita makin diisi oleh kehadiran-Nya.
Contemplating
Marilah kita heningkan jiwa, raga, rasa, budi dan hati kita untuk memasuki tempat yg sunyi di relung batin kita yg terdalam untuk berjumpa Allah.
Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan agar memiliki waktu untuk memasuki tempat yg sunyi dalam keseharian kita.
Reflecting
Apakah pengalaman demi pengalaman telah mengajariku makin peka menjalin relasi dengan sesama atas dasar kasih dan kebenaran sebagai buah yg kutimba dari tempat yg sunyi.
Praying
Allah Bapa, berilah kami hati seperti hatimu, agar diri kami makin terpikat untuk mengandalkan kuasa-Mu dalam perjuangan hidup kami. Karena Engkaulah yg bekerja dalam segala sesuatu. Karena Kristus Tuhan kami Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP
