Galau

SECERCAH HENING
Jumat, 3 Februari 2023

Mrk 6: 14-29

” Galau”

Menyusur jiwa rapuh,
Hati gundah kian riuh,
Gapai buluh dgn suluh,
Kebenaran utk direngkuh.

Jiwa hening menusuk,
Nyaring bisikan halus
Merayu jiwa dgn lembut,
Peluk damai bersambut.

Biarkan senja bercerita,
Kayuh hari tanpa luka,
Jujur dan penuh makna,
Jadilah pewarta sukacita

Jangan keruhkan hidupmu dengan kegalauan, yang menghalangimu memandang siluet hidup dengan jernih.
Meski kemudahan hidup membuat kita terbuai kenyamanan, apa yg tempo dulu untuk mencapai sesuatu atau mendapatkan sesuatu harus berusaha keras, saat ini cukup diwakili hanya tinggal memencet nomor-nomor kontak semua beres, cepat dan murah. Semua dilakukan demi kenyamanan dan kebahagiaan hidup manusia, sebagai hasil kecanggihan teknologi. Seiring kemudahan itu ternyata membuat kita ‘tidak tahan proses’ dan cenderung mau mencari kemudahan dan jalan pintas untuk mewujudkan keinginannya. Termasuk tidak tahan menghadapi konflik-konflik yg justru bisa mematangkan jati dirinya, jika diatasi dengan kedamaian syukur dan kerendahan hati. Orang cenderung mudah galau, cemas dan hampa. Realitas macam ini ternyata juga sudah ada dan melanda mentalitas dan hati Herodes seperti dikisahkan dalan Injil hari ini:

Herodes mendengar tentang Yohanes ia berkata :” Bukan, dia itu Yohanes telah kupenggal kepalanya, dan ia bangkit lagi”…. Tetapi apabila mendengarkan Yohanes, hati Herodes selalu terombang ambing.

Herodes selalu galau atau cemas ketika mendengar ada orang yg lebih berpengaruh dibanding dirinya. Meski raja ia tidak sanggup menata hati dan rumah jiwanya sendiri. Hingga lebih banyak dikuasai oleh kegalauannya sendiri dan diombang ambing emosinya yg hampa. Kematian Yohanes yg dipenggal kepalanya oleh serdadu atas suruhan Herodes adalah buah dari kehidupan yg hampa, galau, kosong dari herodes hingga tidak mampu membuat keputusan atau disposisi batin yg tepat. Ia tidak saja diombang ambing oleh kebencian isteri barunya terhadap Yohanes yg menawarkan jalan hidup yg benar, tetapi juga di galaukan oleh kegembiraan tarian si anak tiri yg menjadi alat iblis untuk membunuh kebenaran. Ketika Yesus hadir dalam wujud yg lain iapun galau tak berkesudahan karena hidup batinnya tidak diisi oleh kehadiran Allah. Suara kebenaran yg dibunuh dalam batinnya, menjauhkan dirinya dari kepenuhan hidup yg bersumber dari Allah. Kecemasan atau rasa galau sering menjadi tanda hampanya batin kita dari pengaruh Allah. Maka hidup di jaman yg penuh kegalauan ini, marilah kita belajar dari kegagalan Herodes yg kerajaannya penuh dengan budaya kematian bukan karena ia kalah perang tetapi karena Ia menang dengan membunuh suara kebenaran yg lembut di dasar batinnya. Kehancurannya dimulai dari kesombongannya tidak mau membiarkan Allah merajai hatinya, hingga yg meraja adalah kemanusiaannya yg fana yg jauh dari kebijaksanaan hidup dan keselamatan. Semoga melalui hidup harian kita, pekerjaan kita, keputusan-keputusan kita, kegembiraan kita, bahkan penderitaan kita, kita tetap mampu mengandalkan bimbingan Allah melalui suara kebenaran yg lembut di dasar batin kita. Semoga kita makin terampil mengisi kepenuhan batin dengan kehadiran Allah, melalui hidup yg berpijak dalam jalan kebenaran yg ditunjukkan Yesus. Hingga hidup kita tak lagi dikuasai oleh kecemasan, tetapi sebaliknya sukacita, damai sejahtera,kelemah lembutan dan penguasaan diri dan sikap syukur mewarnai wajah kehidupan kita.

Contemplating
Nikmati setiap tarikan dan hembusan nafas sebagai kesempatan menimba kekuatan Allah.

Actuating
Membiasakan diri mengikuti suara batin terdalam yg menghasilkan keputan yg benar dan mendamaikan meski sulit prosesnya.

Reflecting
Apakah pengalaman demi pengalaman telah mengajariku makin berani hidup sesuai dengan suara kebenaran.

Praying
Allah Bapa, berilah kami hati seperti hatimu, agar diri kami makin terpikat untuk mengandalkan kuasa-Mu dalam perjuangan hidup kami. Karena Engkaulah yg bekerja dalam segala sesuatu. Karena Kristus Tuhan kami Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *