SECERCAH HENING
Selasa, 28 Maret 2023
Yoh 8: 21-30
“Tak terjangkau”
Temaram senja merindu cahaya,
Mengukir harapan di Asa,
Pencarian makna dalam realita,
Tepekur manakala semua hampa,
Jumpai realitas dalam titik batas,
Undur dari semua identitas,
Memeluk kehendak tanpa batas,
Syukur u’ kuasaNya yg tak berbatas.
Jangan keruhkan hatimu, manakala banyak kenyataan hidup yang tak mudah engkau pahami, belajarlah untuk terus mempercayakan diri pada kuasa Tuhan. Karena pada saat engkau sulit memahamiNya, saat itulah Tuhan tengah menaruh Roh pengertian agar engkau bisa mengerti apa yg tidak bisa engkau pahami.
Karena rancanganKu bukanlah rancanganmu.
Demikian juga orang Yahudi betapa sulit memahami rancangan Bapa dalam hidup Yesus. Seperti Injil hari ini, Yesus mengisahkan tentang Bapa dan diri-Nya namun tak mampu dipahami oleh umat sebangsa-Nya sehingga Yesus dikira akan bunuh diri. Karena Yesus bersabda:
“Aku akan pergi dan kamu akan mencari Aku tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang…. Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diriku sendiri, tetapi yg diajarkan Bapa kepada-Ku. “
Keterbatasan orang Yahudi, menjadi simbul keterbatasan kita dalam memahami rancangan Tuhan dalam hidup. Seluruh kemampuan kita sering tak mampu menjangkau misteri rancangan Tuhan bagi hidup kita. Kita sering berharap dalam doa, dan realitas hidup bahwa kedekatan kita dengan Tuhan membuahkan kepastian akan masa depan yang makin gamblang, keluarga yg harmonis, rejeki yg cukup, anak-anak yg manis dan sukses, relasi yang hangat, usaha yang lancar. Namun seperti Injil hari ini kita dipaparkan akan ketidak pastian hidup Yesus yg bisa mengakhiri semua harapan manusia. Namun semua baru akan tersingkap jika semua sudah terjadi. Seperti halnya penyaliban-Nya membuka tabir bait Allah hingga semua orang yang menyaksikan berkata “Ya Tuhanku dan Allahku”. Inspirasi bagi kita di masa tobat ini, marilah kita tetap percaya. Belajar untuk tetap teguh meskipun realitas hidup kita, ada banyak misteri yg tak mampu kita jangkau dengan akal budi dan kemanusiaan kita.
Minggu depan sebelum pekan suci Gereja menandai peziarahan iman ini dengan menyelubungi semua patung dan salib dengan kain ungu. Hal itu menandakan bahwa jalan penebusan Tuhan adalah jalan misteri yg masih selalu terselubung bagi manusia. Maka janganlah gelisah hatimu, jika aneka hal yg engkau alami, tidak mudah engkau pahami sebagai kehendak Tuhan. Tetaplah percaya dan dekatilah Dia, sedekat hatimu merindukanNya. Karena kedekatanMu dengan Tuhan akan menentukan keterbukaanmu memahami kehendakNya.
Contemplating
Marilah kita heningkan jiwa, raga, hati dan budi kita agar makin percaya pada kuasa Allah.
Actuating
Pola hidup apa yg perlu kita ubah dan biasakan agar makin matang dalam menghayati tiap titik batas kehidupan kita.
Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku makin matang dan percaya akan penyelenggaraan Allah dalam hidupku.
Praying
Bapa berilah kami hati yg damai dan bahagia, agar kami mampu belajar percaya bahwa Engkaulah Tuhan, yang karena belas kasih-Mu, kami layak memanggil-Mu Bapa dan diselamatkan karena kuasa Kristus Tuhan kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP
