The Best Choice

SECERCAH HENING
Rabu, 28 Desember 2022

Mat 2: 13-18

“The best choice”

Terlahir untuk mencinta,
Terbentang antara jiwa dan raga,
Terpeluk oleh duka dan sukacita,
Memilih sebagai jawaban atas Cinta.

Setiap kelahiran selayaknya membawa sikap syukur dan sukacita karena telah lahir seorang anak yg dalam dirinya telah membawa sejarahnya sendiri untuk masa depan.Maka sepanjang sejarah manusia moment ini dirayakan tiap tahun, pun termasuk anak yg karena suatu alasan tak dikehendaki oleh orang tuanya, tetap saja kelahirannya selalu dirayakan dan setidaknya juga tetap membawa kegembiraan bagi orang-orang disekitarnya. Namun ternyata kelahiran Yesus tidak demikian selalu memunculkan tiga pilihan sikap yg berbeda dan bahkan bertentangan.
1.Sikap pertama:
Para Sarjana dari Timur. Kelahiran Yesus menjadi titik akhir pencarian kebenaran dan hikmat. Hingga semua harta apapun tak lebih berharga selain bertemu dan menyembah Yesus. Emas, kemenyan dan mur sebagai lambang kejayaan diletakkan maknanya pada persembahan bagi Yesus.
2.Sikap kedua:
Raja Herodes, hidupnya yg terus mengejar tahta dan kuasa membuat hidupnya digelapkan dengan tangan berdarah, sehingga sulit melihat kehadiran Yesus sebagai juru selamat. Bahkan berita kelahiran-Nya menjadi ancaman besar bagi Raja Herodes, hingga para majus yg penuh hikmatpun saat mencari Yesus ikut menjadi ancaman bagi Herodes. Yg berujung pada pembunuhan bayi seumuran Yesus, manakala orang Majus tak kembali menghadap Raja Herodes, hal itu menjadi malapetaka.
3.Sikap ketiga:
Sikap Yusuf dan Maria. Yang taat pada Allah dan selalu memilih sikap kontemplatif. Yang menyimpan,memandang rencana Allah “look at Him” sebagai misteri, yang hanya bisa dipahami dalam konteks cinta, iman dan ketaatan. Dengan ketulusan, kesederhanaan, keheningan, ketenangan Yusuf dan Maria mampu meredam pergolakan batin yg dasyat dengan hening. Mengalami penolakan, pengusiran, pe, pembunuhan dapat disikapi dengan tenang hingga membuat tenang pula membawa bayi Yesus terbebas dari pengejaran dan pembunuhan Herodes dan mengalami keselamatan. Inspirasi iman bagi kita, bahwa Tuhan telah menawarkan jalan keselamatan dengan cuma-cuma, namun sikap dan jalan mana yg akan kita pilih adalah kebebasan batin setiap orang. Hanya orang-orang yg percaya, penuh cinta akan mampu membuat pilihan yg terbaik terhadap hidupnya. Mau pilihan sikap pertama, kedua atau ketiga sangat tergantung keterbukaan kita rela dibimbing oleh Roh kebaikan atau tidak. Semoga kelahiran Yesus memurnikan hidup kita untuk sanggup membuat pilihan yg terbaik untuk keselamatan diri kita sendiri dan sesama.

Contemplating
Mari kita heningkan jiwa, raga,rasa, hati, budi dan hati untuk menyelami suasana Natal yg kudus, dengan mendekatkan diri pada kehadiran Allah.

Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan dan kuubah agar berani membuat pilihan terbaik dalam hidup.

Reflecting
Semangat pembaharuan dan pilihan sikap macam apa yg akan saya wujudkan mulai hari ini, sebagai amanat Natal.

Praying
Bapa, kami bersyukur boleh melewati perayaan Natal dengan penuh damai, semoga jejak jejak baik perayaan ini, dapat kami wujudkan dengan hidup yg makin bersemangat untuk kebaikan dan berani menanggung resiko, karena yakin seberat apapun akan dapat kami tanggung karena Engkau beserta kami. Karena Kristus Tuhan.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *