SECERCAH HENING
Selasa, 27 Desember 2022
Yoh 20:2-8
“Misi Kebangkitan”
Bercanda dengan alunan nada,
Hidup mengalunkan irama,
Indah dalam balutan rasa,
Kelahiran membawa kebangkitan.
Dua hari setelah perayaan Natal, liturgi gereja tidak lagi bermanja-manja terbuai oleh kemeriahan dan aura spiritual keindahan bunyi lonceng Gloria in excelsis Deo dan aneka inspirasi rohani yg ditimbulkannya.Jejak-jejak Natal yg meriah sudah saatnya harus mengambil bentuk dalam hidup dan kesaksian yang nyata. Seperti dalam bacaan Injil hari ini.
“Petrus, Yohanes dan Maria Magdalena pergi kekubur Yesus dan mereka menyaksikan bahwa makam kosong. Suatu bukti bahwa Yesus bangkit Yohanespun yang semula tidak percaya, namun setelah masuk ke kubur:
“Ia melihatnya dan percaya”.
Misi palungan sama halnya dengan misi kubur dan kebangkitan. Setelah melihat kuasa Allah tidak cukuplah bagi kita hanya kagum, percaya dan mengandalkannya, namun selanjutnya dipanggil untuk keluar dari zona nyaman menuju zona perutusan agar setiap orang yg melihat makin percaya pada Allah. Melihat dan look at Him memandang Allah dalam realitasnya masing-masing. Kualitas penglihatan yg hendak ditampilkan bukan hanya ajaibnya Tuhan, tetapi juga melihat pola hidup kita apakah makin membuat orang makin percaya akan Allah yg mempengaruhi hidup kita, atau malah menghujat perilaku kita karena makin menjauhkan mereka pada Allah. Mereka melihat dan percaya saatnya mengambil bentuk bukan hanya melihat bayi di palungan dan kubur yg kosong saja. Tetapi melihat potret hidup kita, apakah layak telah mencerminkan alter christy kristus yg lain pada dunia masa kini. Terus berjuang mewujudkan pola hidup yg senantiasa dibimbing oleh Roh Kebaikan. Marilah kita berjuang untuk mewujudkannya lewat hidup keseharian kita, mari kita tampilkan kelahiran dan kebangkitan Kristus, juga lahir di hati kita sehingga hidup kita menampilkan gaya hidup yg lahir dari iman. Hidup senantiasa membawa kesejukan, kedamaian dan perjuangan akan kebaikan yg makin menebar di manapun kita berada.
Contemplating
Mari kita heningkan jiwa, raga,rasa, hati, budi dan hati untuk menyelami suasana Natal yg kudus, dengan mendekatkan diri pada kehadiran Allah.
Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan dan kuubah agar berani mewujudkan kebangkitan hidup.
Reflecting
Semangat pembaharuan apa yg akan saya wujudkan mulai hari ini, sebagai amanat Natal atau mewujudkan misi kebangkitan.
Praying
Bapa kami bersyukur boleh melewati perayaan Natal dengan penuh damai, semoga jejak jejak baik perayaan ini, dapat kami wujudkan dengan hidup yg makin bersemangat untuk kebaikan dan berani menanggung resiko, karena yakin seberat apapun akan dapat kami tanggung karena Engkau beserta kami. Karena Kristus Tuhan kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP
