Berpeluk Darah

SECERCAH HENING
JUMAT AGUNG
7 April 2023

Yoh 18:1-19:42

Berpeluk Darah

Angin menyibak gelap,
Wajah gelisah terlelap,
Ada nafas menggagap,
Barisan datang berderap.

Tetesan darah berkelebat
Menyapa bagai kilat,
Gelap tak terlihat,
Berpeluk sepi jd sahabat

Tetesan darah menyapa,
Menawar tebusan cinta,
Ingin berpaling tak kuasa,
Kuasa cinta jd segalanya

Kini tiba berpeluk darah,
Pekik Hosana jd durjana,
Tetes darah pelebur dosa
Mengucur smpai golgota

Kata-kata berserak yg tertulis diatas hanyalah secuil rasa dari sebuah episode besar perjalan penyaliban Tuhan. Sebab pikiran ini tak sanggup menjelaskannya, perasaan ini tak kuasa menarasikannya, hati ini tak mampu menjangkaunya, dan jiwa ini tak cukup bercahaya untuk bisa menerangi betapa besarnya Kasih Allah yang ditebus dengan darah.

“Yesus tahu semua yang akan menimpa diriNya, maju kedepan dan berkata kata kepada orang banyak: “Siapakah yang kamu cari? ” Jawab mereka “Yesus dari Nasaret, “KataNya kepada mereka :”Akulah Dia:.

Setiap merenungkan salib Yesus yg terjadi adalah sebuah kesadaran betapa seriusnya dosaku namun dibalik itu betapa besar kasih Yesus kepadaku. Lantas setelah itu mau apa ? Meratap ? Menangis ? Menyesal ? Tidaklah cukup untuk kasih sebesar Salib Yesus. “Then what shall I do ?”. Move on. Mari berubah ! Sebesar perubahan salib yg mampu meresonansi kesadaran dan keberanian kita untuk menjawabnya. Ibadat jumat Agung bukan sekedar menonton kembali penyaliban itu. Tetapi bagi kita menghidupkan kembali panggilan untuk berubah seiring misi kematian Yesus dengan rasa yakni menjadi manusia baru. Seperti hadirnya wabah Covid lalu merubah semua sendi-sendi rutinitas hidup manusia,agar kita makin masuk lebih dalam menghayati ‘manunggaling kawulo Gusti’. Mari kita bertransformasi seiring misi salib dengan berpikir makin positif, bertindak makin kreatif, berasa makin empatif,berdoa makin kontemplatif dan bekerja makin produktif sebagai jalan menuju tangga kekudusan. Sehingga kematianYesus ada efeknya bagi hidup kita, sesama dan alam ciptaan.

Contemplating
Mari memandang, menyelami salib dengan mata batin yg lebih dalam lewat panca indera kita.

Actuating
Mari belajar bertolak lebih dalam mengenali gerak batin kita, Tuhan menyapa apa lewat salib jaman ini bagiku ?

Reflecting
Sanggupkah aku berubah dari hal-hal yg bisa menyalibkan diri sendiri dan sesama ?.

Praying
Yesus Engkaulah manusia cinta, yg kuasa mengubah kematian menjadi saat hidup baru. Bantulah aku dengan rahmat-Mu, agar kematian demi kematian dalam hidupku dapat kumaknai sebagai kesempatan bertumbuh dalam pola hidup yg membawa aku pada tangga kekudusan lewat kehidupan setiap hari. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *