SECERCAH HENING
Kamis Putih,6 April 2023
Yoh 13: 1-15
“Pergumulan di Getsemani”
Kenangan indah saat mencintai,
Merangkul kerapuhan yg suci,
Membasuh dosa insani,
Saat peneguhan yg paling imani.
Sedetik terguncang siluet Getsemani,
Terhunus kepedihan tak terselami,
Cambukan berduri perih di hati,
Mencintai hingga titik nadi.
Tapaki titian jalan yg ngeri,
Kesendirian pikul intrik konspirasi,
Titik rapuh rebahkan tubuh insani,
Pilih yg terindah tuk mencintai.
Pergumulan rasa yang terbelah. Perjamuan yang penuh kenangan cinta dan kepedihan yang amat perih menyongsong tragedi Getsemani. Namun sebelumnya Yesus meneguhkan para murid dengan menampilkan episode pembasuhan kaki yang mau menyingkapkan bahwa kesempurnaan hidup manusia ada dalam kebersamaan dengan sesamanya. Seperti dalam bacaan Injil hari ini :
Yesus bersabda kepada Petrus:
“Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku”.
Ungkapan hubungan yg sangat personal ditunjukan dengan kata Aku (Tuhan) dan engkau (Petrus).Situasi Yesus saat itu sebenarnya adalah saat – saat yg menggelisahkan, titik kritisnya sebagai manusia rapuh yg tak kuasa menolak kerasnya penghakiman dunia sudah di depan mata, namun Ia masih memikirkan para murid.Kerapuhan hidup kita bisa menopang kebesaran jiwa saudara kita, sebaliknya kekuatan kita di asah oleh kerapuhan hidup sesame kita. Semiskin miskinnya seseorang kerapuhannya membentuk jiwa kemurahan hati bagi yang lain, sebaliknya kekayaan dan kekuatan hidup seseorang di bentuk oleh kemiskinan dan kerapuhan sesamanya. Demikian juga dalam hal dosa, pengampunan dan kekudusan dirangkum dalam simbul pembasuhan kaki. Kita tidak bisa menjadi kudus seorang diri, tanpa pengudusan dan pembasuhan sesama kita. Membuka hati seluas luasnya membuat kita siap memasuki dua misteri agung yakni romantisme pemberian diri yang total membuat hati berbunga bunga , namun sekejap kita beranjak menyelami kesendirian yang merobek dan menyayat hati dalam gelapnya Getsmani. Namun di atas semua rangkaian peristiwa itu kita makin yakin betapa besarnya Kasih Allah kepada kita menjadi jawaban dari semua pergumulan. Akankah kita sanggup berpaling dariNya?.
Jangan gelisahkan hatimu, akan apapun yg terjadi. Pandanglah Yesus dengan sepenuh hatimu, maka engkau akan menemukan jawab atas kegelisahan dan keraguanmu.
Contemplating
Dalam hening, raga , rasa, budi, jiwa memandang Allah dan berjaga….. menikmati kebersamaan dengan Yesus.
Actuating
Sikap batin untuk rela berjaga menimba kekuatan iman.
Reflecting
Sanggupkan aku berjaga menemani masa masa ketakutan dan kesendirianNya?
Praying
Yesus berilah aku iman yang kuat dan hati terbuka, agar sanggup ikut ambil bagian dalam misteri agung ini, dan layak diselamatkan dalam karya penebusan ini. Demi Kristus Tuhan kami.
Selamat memaknai pesta perjamuan Tuhan
Sr. Albertine,OP
