Komitmen

SECERCAH HENING
Rabu, 5 April 2023

Mat 26 : 14-25

“Komitmen”

Bertahan dalam titian waktu,
Menepis rindu untuk menyatu,
Setia pada tujuan yg satu,
Ikut Dia dalam bentangan waktu.

Godaan memeluk lembut di kalbu,
Jiwa ringkih ikut arus di situ,
Galau hadir di tepian waktu,
Bahagia menanti yg setia dititian waktu.

Jangan ragu untuk tetap setia pada komitmen yg telah dipilih, manakala godaaan datang, tetaplah setia karena Tuhan sedang merajut hatimu agar makin tangguh dalam aneka kesulitan di setiap titian jalanmu.
Jika kita menjalani hidup sesuai komitmen yg pernah kita janjikan dengan gigih maka akan selalu ada rahmat diujung perjalanan itu. Komitmen untuk setia seumur hidup dengan pasangan?, Komitmen untuk setia menjalani hidup berkaul?, komitmen untuk memperjuangan nilai-nilai kemanusiaan, kebenaran, keadilan dan kejujuran dalam hidup?. Semua itu butuh pengorbanan dan kesetiaan yg tinggi untuk bisa menjalaninya dari waktu ke waktu. Dan mungkin suatu saat kita pernah kagum dan bersyukur, betapa komitmen itu jika dijalani dengan gigih dan kesetiaan, menghasilkan lompatan kehidupan dan kekuatan yg dasyat seiring dengan rahmat yang menyertainya. Namun sejalan itu godaan mengintai dengan cerdik untuk melemahkan kekuatan komitmen kita. Hal senada juga dialami oleh Yesus dan para murid menjelang akhir hidup-Nya. Seperti dalam Injil hari ini.
Yesus berkata:

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang diantara kamu akan menyerahkan Aku.” Dan dengan hati yang sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya:”Bukan aku, ya Tuhan? “.Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya:”Bukan aku, ya Rabi? “.

Nampaknya Yesuspun mulai galau, memasuki titik kritis hidup-Nya. Dimana komitmen-Nya yg tinggi untuk melaksanakan kehendak Bapa-Nya mulai pelan-pelan Chaos karena sebagian murid-Nya ragu, sedih, menyangkal dan bahkan menghianati-Nya dengan terang -terangan di depan mata. Sebagai manusia pasti sedih,kalut disaat-saat akhir Ia pasti butuh pelukan peneguhan, dan kehangatan kasih sayang untuk bisa kuat menanggung cambukan tajam, dan hujaman tombak yg Ia tahu, itu akan segera terjadi. Namun yg didepan mata adalah Yudas yg mengkhianatinya dengan 30 perak, dan Petrus dengan penyangkalannya. Mungkin membayangkannyapun kita tak sanggup. Namun Yesus bukanlah pribadi lembek yg mudah diombang ambingkan situasi. Komitmennya yang kuat untuk menyelesaikan tugas-Nya melaksanakan kehendak Bapa, membuat Yesus memiliki daya linuwih.Kegigihan Yesus membuat para muridpun bertahan dalam iman untuk tetap memegang komitmen meski dalam situasi kritis. Inspirasi bagi kita, apakah kita sebagai murid Yesus juga sanggup utk setia pada komitmen hidup kita? Manakala tantangan dan resiko menghadang langkah kita?. Semoga di masa pekan suci ini kita berani membaharui jiwa dan hati kita, untuk memurnikan motivasi hidup seturut jalan Tuhan. Jangan takut untuk setia.

Contemplating
Marilah kita heningkan jiwa, raga, hati dan budi kita agar makin mampu mendengarkan Allah.

Actuating
Pola hidup apa yg perlu kita ubah dan biasakan agar makin matang dalam membangun kesadaran untuk mengasihi kehidupan.

Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku makin matang dan percaya akan penyelenggaraan Allah dalam hidupku.

Praying
Bapa ajarilah kami mencintai firman-Mu dan terus belajar mengenali dan melaksanakan kehendak-Mu, hingga kami layak menghayati setiap saat adalah moment terbaik untuk mengasihi-Mu dalam setiap tindakan hidup kami. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *