Langit Terkoyak

SECERCAH HENING
Jumat, 6 Januari 2023

Mrk 1 : 7-11

“Langit Terkoyak”

Ketulusan yg terkoyak,
Menembus langit beriak,
Merpati putih berkepak,
Bulir-bulir Cinta tersibak.

Memeluk ketulusan,
Meneguk kedamaian,
Menimba kekudusan,
Jalan-jalan kian terang.

Babtis bukan pelarian,
Memluk cinta keabadian,
Dosa terpeluk dalam kesucian
Setia pd jalan penebusan

Jangan takut untuk bertumbuh dan percaya
pada Allah. Alam semesta dengan seluruh daya dan energinyapun tunduk dan turut mengabdi Allah untuk menopang keselamatan kita, alam juga punya jiwa.Namun alam juga bisa menghancurkan hidup kita manakala kita kurang peduli dan bervibrasi untuk sama-sama memuliakan Tuhan. Seperti dalam Injil hari ini. Setelah Yesus di babtis….

“Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya. Lalu terdengarlah suara dari surga:”Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi kepada-Mulah Aku berkenan.”

Langit terkoyak menggambarkan sesuatu yg dasyat terjadi : berakhirnya ketertutupan langit, dan terbukanya zaman baru di bawah naungan Roh Kudus, yang merupakan awalnya hubungan baru antara Tuhan dan manusia yang diprakarsai dari surga dan diterima oleh bumi.
Ketika hal itu terjadi saat Yesus dibabtis maka sesungguhnya memberikan makna baru akan pembabtisan kita juga. Dengan dibabtis bukan saja kita dimasukkan dalam inisiasi resmi sebagai anggota Gereja, tetapi lebih dari itu juga memberi makna membuka ruang ketertutupan hubungan Tuhan dan kita. Makna lebih lanjut apakah selanjutnya kita menyadari, dari hari ke hari pintu hidup kita makin terbuka menuju titian surga (jalan kekudusan). Jalan terbuka ini bisa kita maknai kapanpun mulai kita bangun tidur, sampai kita menutup hari. Apa yg pertama kita lakukan, termasuk selera apa yg kita tekuni selama ini ? Apakah mengantar kita menuju lorong kecil surga ? Ataukah malah menjerumuskan kita pada kehidupan dunia yg glumor yg menjauhkan kita dari hubungan yg makin dekat dengan Tuhan. Semoga hari raya pembabtisan Tuhan membuat kita makin mensyukuri panggilan babtis kita dan memaknainya untuk bertekun dalam kebaikan dan membiarkan pintu hati kita terbuka dan mengusahakan jalan yg makin lebar menuju surga. Lewat kata kata yg meneguhkan ditengah kegalauan, ungkapan dukungan di tengah ketidakpedulian, sikap penerimaan di tengah penolakan, sikap syukur di tengah budaya penuh tuntutan. Senyuman di tengah budaya cibiran dan kamarahan. Semoga kehadiran kita dimanapun membawa resonansi kebaikan dan ketulusan. Jangan takut menjadi merpati putih yg tulus dalam setiap kepak kebaikannya.

Contemplating
Marilah kita heningkan jiwa, raga, rasa dan seluruh diri agar pintu hati kita makin terbuka akan jalan surga.

Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan agar makin tenang, matang dan terbuka utk melakukan pola hidup yg menguduskan.

Reflecting
Apakah aneka pengalaman sulit telah mengajariku untuk makin setia pada jalan kekudusan.

Praying
Allah Bapa, berilah kami hati yg damai dan jiwa yg penuh sukacita, agar rahmat pembabtisan kami, menuntun kami pada jalan yg makin dekat kepadaMu,Karena Kristus Tuhan kami Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *