SECERCAH HENING: Bobot, Bibit, Bebet yang Baru

Rabu, 4 Februari 2026

Mrk 6: 1-6

“Bobot, Bibit, Bebet yang Baru”

Meragu di titian waktu,
Dahsyat kala semua baru
Kagum rasio membantu
Rncngan ilahi mengharu.

Tuas lembut menyatu,
Ragu awali serba tahu,.
Penerimaan adl carabaru
Otoritas ilahi tepis ragu.

Orang-orang jaman Yesus. Meski mereka sangat takjub akan perbuatan dan kebijaksanaan dan keilahian yang ditampilkan Yesus di muka umum, tetap saja masyarakat sebangsanya menolak Yesus karena alasan bobot, bibit, bebet artinya tahu dari mana seseorang berasal dilihat dari sisi: kekayaannya, asal keturunannya, kualitas status sosialnya. Dan Yesus ditolak oleh alasan bobot, bibit bebet tersebut. Mereka ragu karena yang berbicara hanyalah anak Yusuf si tukang kayu itu. Hal ini seperti dilukiskan dalam Injil hari ini:
Banyak orang berkata:

” Bukankah Ia ini anak Yusuf?”.Yesus berkata:”Tentu kamu akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku :Hai tabib,sembuhkanlah diri-Mu sendiri…Dan kata-Nya lagi:”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai ditempat asalnya…”.

Apakah setelah 21 abad ini, kita makin mantap untuk menerima pengajaran dan mengikuti jalan yang ditunjukkan Yesus ? Ataukah kita juga masuk dalam barisan yang ragu dan menolak Yesus ? Ataukah kita masuk pada barisan orang-orang yang sudah tidak peduli lagi dengan ajakan Yesus untuk hidup dalam Kebenaran ?. Kemantapan dan kepercayaan pada Yesus selalu ditunjukkan dalam bentuk relasi. Apakah makin hari, makin tambah umur, kualitas relasiku pada Yesus makin matang ? Hingga kitapun mampu membuat sejarah baru menjadi pribadi militan dengan bobot, bibit, bebet baru yang karena menjadi pengikut Yesus yang setia dan berkualitas karena hubungan yang makin intim dengan Yesus dan berbuah pada gaya hidup yang sederhana dan berkualitas.

Contemplating
Mari kita heningkan jiwa, raga,rasa, hati, budi dan hati untuk menyelami relasi yg dalam dengan Yesus.

Actuating
Pola hidup apa yang perlu kubiasakan dan kuubah agar makin matang merintis sejarah baru mewarisi bobot bibit bebet Yesus yang hidup secara nyata dalam keseharian kita.

Reflecting
Semangat pembaharuan apa yang akan saya wujudkan untuk makin matang dan percaya dalam mengikuti jalan hidup Yesus.

Praying
Allah Bapa yang penuh kasih, kami bersyukur atas sabda Yesus yang hidup dan menginspirasi perjalanan kami, untuk makin percaya dan matang mengikuti jejak hidup-Nya.
Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *