SECERCAH HENING: Lepas Bebas

Kamis, 5 Februari 2026

Peringatan St. Agata

Mrk 6: 7-13

“Lepas Bebas”

Bahagia menanti senja,
Menggulung sikap fana,
Tuas lembut beri cahaya,
OtoritasNya beri daya.

Bahagia di batas senja,
Menari tuk perindah warta
Lepas cinta temukan Dia
Menari di ujung senja.

Setiap orang dipanggil Allah untuk menjadi bahagia dan mengalami keselamatan tanpa kecuali, seperti teladan St. Agata yang berani melawan kekejaman Kaisar demi membela iman dan kemurniannya. Meski untuk itu ia harus rela dianiaya dengan keji. Namun bagi kita teladan itu tidak mudah karena setiap orang diberi kebebasan, maka dari kebebasannyalah manusia sering memilih jalan yang kadang menjauhkan dari keselamatan.Maka setiap panggilan hampir pasti selalu diiringi dengan karunia yang membuat setiap orang mampu berjuang di jalan Tuhan. Seperti dikisahkan dalam Injil hari ini: Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. Dan berkata :

“Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju”.

Dari kisah panggilan ini, kita hanya diminta memberi ruang kerelaan,ketulusan,keiklasan untuk berjuang dan berproses karena yang memberi tenaga dan kuasa untuk bekerja adalah Allah sendiri. Maka seperti st. Paulus pernah mengatakan: ‘Kesanggupanku adalah pekerjaan Allah’. Namun meskipun kita tinggal menyediaakan ruang kerelaan, ternyata untuk menghidupinya tidak mudah, kelekatan terhadap harta benda dan kenikmatan sering menghalangi kita untuk memiliki kesediaan untuk berkorban dan melayani Tuhan dan sesama. Karunia yang diberikan Tuhan saat kita dipanggil untuk menguasai setan-setan tidak serta merta membuat kita kudus dan bahagia hidup di jalan Tuhan. Karena setan-setan itu bukan diluar rumah yang jauh dari kita, tetapi kuasa dan gerak manifestasi setan, ada di dalam rumah jiwa kita.Kuasa setan sering mengambil bentuk aura atau bertunasnya energi-energi negatif yang merusak hidup kita, baik melalui tutur kata, tindakan: kebencian, luka hati, dendam dan sejenisnya. Energi negatif ini membuat gaya hidup kita makin gelap, penuh kekecewaan, sehingga sangat jauh dari rasa syukur. Gaya hidup yang demikian membuat kita sulit untuk diutus menyembuhkan penyakit dan memberitakan Karajaan Allah. Hanya dengan hati yang damai dan pribadi yang bahagialah yang memungkinkan bisa memberitakan Injil khabar gembira. Melalui Injil hari ini Yesus hendak menegaskan bahwa hanya dengan hidup mengandalkan Allah dengan sikap lepas bebas, ia layak diutus menjadi Injil yang hidup bagi sesama. Lepas bebas dari kelekatan terhadap seseorang ataupun harta benda membuat kita tidak terbelenggu dan mampu membuat prioritas yang tepat dalam hidup dan pelayanan kita bagi sesama, keluarga, masyarakat dengan tulus dan kasih yang besar. Moga kita senantiasa dimampukan menguasai setan dalam diri kita dengan cara hidup yang baik. Jangan ragu dan takut dengan aneka godaan dalam hidup, mari kita lembutkan diri untuk mudah dipeluk Allah dan kuasaNya hingga kita mudah dibentuk menjadi pribadi yang kuat dalam iman, besar dalam pengharapan dan bahagia mengikuti kehendak Tuhan. Dan hidup penuh berkat.

Contemplating
Marilah kita heningkan diri dihadapan Allah, selami dan lepaskan aneka kelekatan yang menghalangi kita untuk hidup di jalan-Nya.

Actuating
Pola hidup apa yang perlu kubiasakan agar mampu bersikap lepas bebas dari aneka kelekatan yang bisa menghalangi hidup dalam kedamaian dan kebenaran.

Reflecting
Apakah pengalaman demi pengalaman telah mengajariku makin peka menjalin relasi dengan sesama atas dasar kasih dan kebenaran.

Praying
Allah Bapa, berilah kami hati seperti hatimu, agar diri kami makin terpikat untuk mengandalkan kuasa-Mu dalam perjuangan hidup kami. Karena Engkaulah yang bekerja dalam segala sesuatu. Karena Kristus Tuhan kami Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *